Dalam rangka memperingati Hari
Jadi Kabupaten Lumajang yang ke-762, Desa Gucialit mengadakan pawai budaya yang
dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 17 Desember 2017 dengan diikuti total
sebanyak 15 peserta se wilayah kecamatan Gucialit. Tepat pukul 09.00 WIB pawai
budaya ini resmi diberangkatkan oleh Bapak Camat Gucialit Yudi Prasetyo Andy
Putro, S.STP.
Dengan mengusung tema “Gucialit
Berbudaya menuju Lumajang Berdaya Saing” diharapkan adat budaya lokal yang ada
di Kecamatan Gucialit bisa terus dilestarikan oleh generasi-generasi mendatang,
sehingga Lumajang akan selalu siap menghadapi persaingan dari sisi kebudayaan
dan pariwisata, ungkap Camat Gucialit.
Pawai budaya Desa Gucialit tahun
ini cukup menyedot perhatian dari masyarakat luar wilayah Kecamatan Gucialit.
Mereka berbondong-bondong menyaksikan pawai budaya ini. Hal ini merupakan bukti
bahwa Gucialit mempunyai pesona yang tidak terbantahkan lagi.
Rute yang ditentukan oleh panitia
yakni sepanjang jalan raya Gucialit, mulai dari depan balai Desa Gucialit
sampai finish di pintu gerbang masuk PTP Nusantara XII Kebun Kertowono. Dengan
menempuh jarak 3km, ke 15 peserta pawai budaya ini terus menyuguhkan
atraksi-atraksi memukau yang menimbulkan rasa decak kagum penonton yang ada. Sayangnya
di pertengahan kegiatan pawai ini cuaca kurang mendukung, hujan deras mengguyur
bumi Gucialit. Namun hal ini bukanlah halangan, ke 15 peserta ini dengan tetap
semangat tinggi terus berantusias menyuguhkan apa yang mereka miliki.
Tepat pukul 16.00 WIB semua
peserta sudah memasuki garis finish, jajaran panitia yang dalam hal ini
mayoritas adalah teman-teman G’OWA (Gucialit Organisasi Wisata Alam) mengaku
puas dengan suksesnya kegiatan pawai budaya tahun ini, tapi mereka sadar tugas
mereka bukan hanya sampai disini, mereka langsung menyisir rute karnaval budaya
tadi untuk pembersihan sampah yang berserakan. Dan hasilnya sebelum malam tiba,
jalan raya Gucialit sudah kembali bersih dari sampah. Ini adalah salah satu
persembahan dari Gucialit untuk Lumajang. Gucialit berkarya,Lumajang berbudaya.
BY : FIFIT YULDAN (KIM Blanggreng)
Desember 29, 2017
Unknown



0 komentar:
Posting Komentar