Senin (31/12/18) di penghujung tahun ini ada yang beda dengan Desa Gucialit. Polsek Gucialit adakan Seni tradisonal khas Desa Gucialit "Ujung Mantra". Sekitar pukul 19.30 WIB Ratusan warga memadati polsek Gucialit. Acara ini diadakan untuk menghindari padatnya lalu lintas ke kota, untuk apa jauh jauh untuk merayakan tahun baru jika di desa sendiri bisa berkumpul bersama seperti ini. Acara diawali dengan sambutan bapak camat gucialit bapak Yudi Prasetyo, dalam sambutannya beliau mengucapkan terimakasih kepada bapak kapolsek Gucialit yang turut mendukung melestarikan budaya ujung mantra yang ada di desa Gucialit ini. Sambutan dilanjutkan oleh bapak danramil Gucialit yang berpesan kepada warga agar menjaga keamanan dan menghindari pergaulan yang dapat menjerumuskan kepada hal-hal negatif seperti miras, milo dan sabu-sabu
Tepat pukul 20.00 WIB acara ujung mantra dimulai dengan sekitar 30 peserta dari 3 Desa yakni Desa Gucialit, Desa Kenongo dan Desa Pakel. Ujung mantra ini tidak hanya dilakukan oleh para senior saja tapi juga menampilkan para junior sebagai generasi penerus agar kesenian ini tidak akan pernah punah tergerus waktu. Disela-sela acara polsek Gucialit juga menyediakan ratusan tape ketan dan tetel untuk dinikmati para penonton. Acara diakhiri dengan pesta kembang api tepat pukul 00.00 WIB. Inilah keseruan tahun baru di desa kami, sederhana namun terasa indah. Selamat tahun baru 2019 semoga tahun ini Lumajang lebih Hebat dan Bermartabat. Demi Gucialit untuk Lumajang. (firda)
Januari 03, 2019
Unknown



0 komentar:
Posting Komentar