Kamis, 18/9/2018
dilaksanakan evaluasi Kemitraan Bidan dan Dukun Bayi yang dihadiri oleh Camat,
Kapolsek, Danramil, Tim Puskesmas, Bidan, Dukun, Perwakilan Kader Posyadu, Kepala
Dusun dari masing masing desa yaitu Tunjung, Jeruk dan Sombo.
Dalam sambutannya
Kepala Puskesmas Gucialit dr. Ima Rifyanti menyampaikan Kecamatan Gucialit merupakan
rengking tertinggi dalam kelahiran di luar Puskesmas atau Polindes dalam
rengking tersebut disumbang terbanyak di wilayah Desa Kertowono, lebih lanjut bu Dokter menyampaikan, namun kasus kematian melahirkan nihil ini merupakan
rahmat dari Yang Maha Kuasa. Banyak hal yang mendasari kelahiran di luar
Puskesmas dan Polindes antara lain kurangnya pengetahuan masyarakat tentang tanda tanda
mau melahirkan, jarak jauh dan minimnya sarana jalan yang memadahi sehingga tidak
jarang pasien melahirkan di perjalanan.
Acara
dilanjutkan sambutan Babinmas dan Babinsa menyampaikan penekanan terhadap dukun
dan ibu melahirkan untuk tidak menolong dengan prosedur diluar ketentuan
petugas kesehatan, karena apabila terjadi sesuatu yang tidak di inginkan ada
jerat hukum menanti.
Ada beberapa
kesepakatan antara warga, dukun dan petugas kesehatan yaitu dalam jangka waktu
empat bulan dan seterusnya tidak ada warga masyarakat lahir di luar puskesmas atau
polindes, apalagi mulai sekarang bupati
Lumajang mencanangkan setiap melahirkan gratis. Marilah momen ini kita
pergunakan dengan baik dan kita manfaatkan dengan bijak. (eddy)
Oktober 19, 2018
Unknown



0 komentar:
Posting Komentar